Dulu main di sini sampai gelap.
Baru pulang
kalau Ibu sudah manggil.
▤ Karena tempat ini masih ingat
Kira-kira, dia
masih tinggal di sini?
Gang masa kecil. Jalan pulang sekolah bareng.
Dan hari ini, puncak yang baru pertama didaki.
Tinggalkan sebaris tentang rasanya.
Pesan untuk seseorang. Kenangan untuk diri sendiri.
Di suatu tempat, hari-hari kita masih ada.
Meski tembok dicat ulang, semoga rasa hari itu tetap tinggal.
Lihat-lihat duluTempat yang bikin rindu
Kita semua punya tempat
yang belum benar-benar ditinggalkan.
Bagi orang lain, cuma gang yang asing.
Bagi kita, satu masa dalam hidup.
Sepuluh tahun lalu kita coret-coret di sini.
Kamu kadang ingat juga, nggak?
Padahal ngobrolnya nggak penting-penting amat.
Tapi waktu cepat banget kalau di sini.
Ciuman pertama kita, di gang ini.
Hari itu, jalan pulang terasa pendek.
Lapangan sekolah memang sekecil ini?
Dulu rasanya ini seluruh duniaku.
3 Oktober 2026
Aku mampir, ya.
Semoga kamu baik-baik saja.
Sebaris dari setiap tempat yang kudatangi
Ternyata aku sudah sampai sini.
Bulan lalu gunung itu. Hari ini puncak ini.
Tak harus untuk siapa-siapa. Bisa untuk dirimu nanti.
18 Mei. Akhirnya sampai puncak.
Lupa sudah berhenti berapa kali.
Tapi kaki ini berhasil membawaku ke sini.
1 Juni. Sampai puncak lagi.
Dulu cuma ingat capeknya.
Sekarang sempat menikmati pemandangan.
14 September. Datang sendiri sampai sini.
Lama cuma duduk melihat ombak.
Aku ingin ingat diriku hari ini.
Lihat tempat kamu menulis di peta atau daftar Catatan saya.
Tulisanmu sendiri bisa dibaca dari mana saja. Ingat pendakiannya, juga perasaan hari itu.
Contoh catatan untuk membangkitkan kenangan.
Cerita yang menunggu kamu datang
Berhenti menggulir sebentar.
Susuri lagi jalan itu.
Catatan tinggal di tempatnya.
Cari jejaknya di peta, lalu mendekat.
Cerita seseorang pun terbuka.
Catatan orang lain terbuka dalam jarak 500 m dari tempatnya.
Tembok kecil di genggaman
Berhenti sebentar.
Sebaris saja cukup.
Tak perlu cerita besar.
Mulai saja dengan “Aku pernah ke sini.”
Ada kata-kata untuk tempat ini.
Cari catatan pada peta. Datang dalam jarak 500 meter untuk membaca kata-kata yang ditinggalkan di sana.
Aplikasi versi Korea · lokasi contoh
Kata-kata itu masih di sini.
Tinggalkan balasan untuk catatan seseorang yang pernah mengunjungi tempat yang sama.
Aplikasi versi Korea · catatan contoh
Titipkan sedikit rasa hari ini
Berhenti sebentar, tulis apa yang terlintas.
Untuk seseorang, atau dirimu di masa depan.
Supaya selalu nyaman untuk kembali
Bebas menyimpan kenangan.
Tetap jaga perasaan sesama.
Mari jaga bersama,
agar semua bisa kembali dengan tenang.
Sepuluh catatan sehari
Tulis hingga 10 catatan setiap hari.
Di tempat yang sama, cukup sekali sehari.
Ceritanya dulu, bukan namanya
Orang lain tak bisa melihat detail akunmu.
Tanda tangan boleh ditambahkan, boleh juga tidak.
Jangan tinggalkan kata yang menyakiti
Dilarang berkata kasar, menghina, memfitnah, atau menuliskan nama lengkap, kontak, alamat dan data pribadi siapa pun. Catatan ditinjau sebelum diterbitkan.
Mungkin kamu ingin tahu
Apa itu Dear Place?
Dear Place adalah aplikasi berbasis lokasi untuk meninggalkan catatan anonim dan kenangan di tempat yang Anda kunjungi. Baca catatan orang lain dalam radius 500 m dari tempat tersebut, dan baca kembali catatan sendiri dari mana saja setelah masuk. Anda dapat meninggalkan hingga sepuluh catatan sehari.
Bisa membaca catatan orang lain dari jauh?
Kamu harus berada dalam jarak 500 m dari lokasi catatan untuk membacanya. Peta hanya menunjukkan keberadaan catatan. Setelah masuk, catatanmu sendiri bisa dibaca dari mana saja.
Kalau anonim, mengapa harus masuk?
Agar kamu bisa mengelola catatan dan untuk mencegah spam serta penyalahgunaan. Detail akun tidak dipublikasikan. Namun, tulisan dan tanda tangan pilihanmu terlihat, jadi jangan tulis data pribadi milikmu atau orang lain.
Boleh untuk mencatat tempat yang pernah kudatangi?
Tentu. Puncak gunung, perjalanan, atau jalan sehari-hari bisa menyimpan sebaris cerita. Catatan saya mengumpulkannya di peta dan daftar, dan tulisanmu sendiri bisa dibaca di mana saja. Catatan pribadi tetap terbuka secara anonim bagi orang dalam jarak 500 m, bukan buku harian privat.
Sebaiknya menulis apa?
“Dulu main di sini setiap hari”, “Akhirnya sampai puncak”, “Pertama kali ke pantai sendiri”. Kenangan kecil saja cukup. Tulis perasaan, bukan nama atau data yang bisa mengenali seseorang.
Apa harus menulis di tembok sungguhan?
Tidak. Kamu meninggalkan catatan digital di lokasi itu dalam aplikasi. Jangan menulis di tembok atau fasilitas sungguhan. Biarkan lingkungannya tetap seperti semula, tambahkan kenangannya saja.
Apakah aplikasinya sudah bisa diunduh?
Aplikasi iPhone tersedia di App Store dan aplikasi Android tersedia di Google Play.
Kalau suatu hari kamu kembali ke sini.
Yang dulu belum sempat kukatakan,
kutitipkan di tembok ini.
Akhir pekan ini, mampir ke tempat yang kamu rindukan.
Tinggalkan sebaris: aku datang lagi.
Pasang aplikasinya dan tulis catatan pertama di tempat yang berarti untukmu.
Ketemu lagi di tempat kita dulu, ya.